Waspadai Janji Manis Lembaga Bahasa

Palembang, BNP2TKI, Selasa (28/04) — Program G to G Korea adalah bentuk kerjasama dalam penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sehingga yang akan memberangkatkan adalah BNP2TKI, bukan Lembaga Bahasa atau calo manapun. Demikian Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Palembang, Ilham Rivai menanggapi temuan saat proses validasi peserta ujian EPS-TOPIC G to G Korea 2015 di Palembang.

Ilham menjelaskan, dalam proses validasi dan pencetakan kartu ujian, 24 April lalu, ditemukan adanya peserta penempatan TKI Korea yang tergiur janji manis dari lembaga bahasa tempat mereka belajar Bahasa Korea. Karena termakan janji manis tersebut, yang bersangkutan bersedia mentransfer sejumlah uang yang nominalnya lebih besar dari biaya tes.

Pengakuan MS (19 tahun), salah seorang peserta ujian EPS-TOPIC G to G, lanjut Ilham, mengaku telah memberikan uang ke Lembaga Bahasa untuk mengikuti tes EPS-Topic G to G Korea 2015. Dengan pemberian uang tersebut, MS dijanjikan akan diuruskan pembayarannya oleh lembaga bahasa tempat yang bersangkutan belajar Bahasa Korea.

“Untuk ke depannya, pastikan diri anda sendiri yang membaca pengumuman pelaksanaan EPS-Topic di website BNP2TKI agar tidak tertipu. Begitu juga besaran biaya test ujian EPS-TOPIC Korea bisa dilihat di Website BNP2TKI.GO.ID, ” tegas Ilham Rivai pada para peserta yang sedang mencetak kartu ujian.

Kepala Seksi Penyiapan Penempatan, Muhtarom, menambahkan bahwa semua peserta dihimbau untuk selalu memantau pengumuman di website BNP2TKI.GO.ID dan jangan percaya janji manis siapapun, walaupun itu lembaga bahasa Korea. Jumlah biaya ujian EPS-Topic dan tata pembayarannya sudah dijelaskan dalam pengumuman di website BNP2TKI.GO.ID dan harus dibayarkan sendiri oleh peserta di Bank yang sudah ditunjuk.

Muhtarrom mengatakan bahwa pendaftaran online Program G to G Korea 2015 untuk penempatan tahun 2016 telah dilakukan pada bulan Maret 2015. Untuk Provinsi Sumatera Selatan, Bengkulu dan Bangka-Belitung yang menjadi wilayah kerja BP3TKI Palembang, terdapat sekitar 390 orang pendaftar online untuk Program G to G Korea 2015. Namun, saat proses validasi dari tanggal 9 Maret hingga 15 April, hanya 203 orang yang datang ke BP3TKI Palembang dan mengikuti proses validasi. Dari sejumlah peserta validasi itu pun, hanya 186 orang yang melakukan pencetakan Kartu Ujian EPS-Topic.

Waspada Penipuan Mengatasnamakan BNP2TKI

Jakarta, BNP2TKI (28/11) Kepala BNP2TKI yang baru dilantik Nusron Wahid mengeluarkan surat edaran Nomor B.183/KA/XI/2014 yang ditujukan kepada Kepala BP3TKI, UPT P3TKI Surabaya, BPKTKI Selapajang dan Loka P3TKI serta seluruh stakeholders BNP2TKI perihal Informasi yang mengatasnamakan Kepala BNP2TKI dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sehubungan dengan banyaknya informasi yang tidak benar yang disampaikan melalui sms, telepon, dan media lainnya baik langsung atau tidak langsung yang mengatasnamakan Kepala BNP2TKI dan unsur pimpinan BNP2TKI oleh pihak/oknum yang tidak bertanggungjawab dengan maksud melakukan penipuan, pemerasan dan/atau permintaan sejumlah uang untuk melakukan kegiatan tertentu yang berimplikasi merugikan citra pimpinan BNP2TKI.

Dengan diturunkannya surat edaran ini, diharapkan kepada seluruh unsur pimpinan, pegawai BNP2TKI serta para pimpinan stakeholders terkait agar senantiasa berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh dengan informasi yang disampaikan oleh pihak/oknum yang tidak bertanggungjawab dimaksud. Selanjutnya dapat melakukan konfirmasi kebenaran informasi tersebut kepada unsur Pimpinan BNP2TKI dan bilamana diperlukan dapat melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Sumber : Humas BNP2TKI

Translate »