Kursus Perbankan Syariah

Ekonomi dan keuangan syariah khususnya perbankan syariah dengan dual-economic system akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Suatu hal yang menambah optimisme para stake holder ekonomi dan perbankan syariah adalah perhatian pemerintah yang sangat positif untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan Syariah di tanah air, terutama dalam hal percepatan infrastruktur, instrumen dan produk-produk keuangan syariah. Pemerintah pun mendukung perkembangan perbankan syariah dengan disyahkannya UU Perbankan Syariah No. 21 tahun 2008dan UU Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk No. 19 tahun 2008oleh Badan Legislatif Republik Indonesia.

Perkembangan lembaga perbankan dan keuangan syariah termasuk lembaga keuangan mikro syariah seperti koperasi syariah (BMT) harus diikuti dan diimbangi dengan tersedianya sumberdaya insani yang terampil dan dapat mengoperasikan lembaga-lembaga tersebut, yang hingga saat ini masih sangat terbatas kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan oleh pasar/industri pada segmen tersebut.
Pertumbuhan perbankan syariah semakin pesat di Indonesia. Total aset industri perbankan dengan prinsip syariah mencapai Rp.152,3 triliun per Maret 2012. (sumber dari 11 bank komersial berbasis syariah, 24 unit usaha syariah bank, dan 155 bank perkreditan rakyat syariah).

"Rata-rata pertumbuhan perbankan syariah mencapai 40,2% per tahun dalam 5 tahun terakhir, melampaui perbankan konvensional sekitar 16,7% per tahun," Kontribusi perbankan syariah terhadap industri perbankan komersial meningkat 4,1%.

Diperkirakan total aset sektor keuangan syariah mampu meraih US$ 5 triliun pada 2015. Saat ini, sektor keuangan syariah telah menjadi bagian dari perkembangan perekonomian global.

Bank Indonesia (BI) mencatat per akhir  2011 jumlah tenaga kerja perbankan syariah sejumlah 27.660 orang . Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.773 orang bekerja di 11 bank umum syariah, 2.067 orang di 24 unit usaha syariah, dan 21.820 orang di 155 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).

Presiden Pusat Pengembangan Keuangan Syariah International Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Subarjo Joyosumarto mengatakan “industri perbankan syariah membutuhkan sumber daya manusia tambahan sekitar 40.000 orang sehingga total menjadi 60.000 orang pada 2015”. Apakah Anda salah satunya...?

MATERI PELATIHAN   :

  • Regulasi Bank Indonesia (PBI) Terhadap Pengembangan Syari’ah
  • Tinjauan Fiqh Muamalah Dalam Ekonomi & Perbankan
  • Produk Simpanan Pada Lembaga Keuangan Syari’ah
  • Jasa-jasa Perbankan Syari’ah
  • Mekanisme & Sistem Operasional Perbankan Syari’ah
  • Manajemen Dana & Likuiditas Bank Syari’ah
  • Manajemen Pemasaran Dan Pembiayaan Bank Syari’ah
  • Legal Drafting Pembiayaan Bank Syariah
  • Teknik Perhitungan Bagi Hasil Bank Syari’ah
  • Teller & Customer Service
  • Back Office & Admin Staff
  • Selling Skill
  • Strategi Menghadapi Psiko-Test & Job Interview

MANFAAT PROGRAM 

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat :

  • Memahami Dunia Perbankan dan Lembaga Keuangan Mikro
  • Memahami Produk dan Jasa Perbankan Syari’ah
  • Memahami Teknik Operasional Perbankan Syari’ah
  • Peluang bekerja di Bank Syari’ah dan Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah

Biaya Kursus :

Minimal peserta 5 orang. durasi 2 Minggu, 3 Jam per Hari, Biaya Pendaftaran Rp. 50.000.- Biaya Kursus (Reguler) Rp. 850.000, kelas Kelompok bisa nego tergantung jumlah siswa dan ketersediaan sarana

Translate »